"PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN DAN PENYAJIAN DATA"
TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
BAB I
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
BAB I
Peran Statistik
Di dalam penelitian, statistika
berperan untuk:
- Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang diamati.
- Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya.
- Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians. Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi.
- Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa mendatang.
- Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik.
Sementara menurut Sugiyono (2003:12), statistika
berperan untuk:
- Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
- Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan dalam penelitian
- Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram
- Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
Fungsi Statistik
Fungsi yang penting ssebagai alat bantu, yaitu alat bantu untuk mengolah,
menganalisis, dan menyimpulkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan
penilaian tersebut.
Bagi seorang pendidik
professional, statistik juga memiliki kegunaan yang cukup besar. Sebab dengan
menggunaan statistik sebagai alat bantu, maka berlandaskan pada data eksak itu
ia akan dapat :
- Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
- Mengikuti perkembangan atua pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut, dari waktu ke waktu.
- Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda denagn gejala yang lain ataukah tidak. Jika terdapat perbedaan, apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
- Mengetahui apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
- Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif denag teratur, ringkas dan jelas.
- Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan oleh seorang pendidik.
Statistika deskriptif : berkenaan dengan deskripsi data misal
dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah, mendeksripsikan
menggunakan tabel – tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah
“dibaca” dan lebih bermakna
Statistika inferensial : Sedangkan statistika
inferensial lebih dari itu misal melakukan pengujian hipotesis melakukan
prediksi observasi masa depan atau membuat model regresi.
Ø Stastika infrerensial dibedakan menjadi 2.
Statistik Parametrik : yaitu ilmu statistik yang
mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data
menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan
dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi
normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal,
maka data seharusnya dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik,
atau setidak-tidaknya dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data
mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistik
parametrik.
Ø Statistik Non-Parametrik : Adalah test yang modelnya tidak
menetapkan
syarat-syaratnya yang mengenai parameter-parameter populasi yang
merupakan induk sampel penelitiannya. Oleh karena itu
observasi-observasi independent dan variabel yang diteliti pada dasarnya
memiliki kontinuitas. Uji metode non parametrik atau bebas sebaran
adalah prosedur pengujian hipotesa yang tidak mengasumsikan pengetahuan
apapun mengenai sebaran populasi yang mendasarinya kecuali selama itu
kontinu.
Populasi vs sampel
}
} Populasi : adalah kumpulan semua elemen yang ada yang akan
diobservasi atau diteliti
} Sampel : adalah himpunan bagian dari populasi
} Sampling : adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sampel atau
contoh dari seluruh anggota populasi
} DATA
Data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan
keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang
diketahui atau dianggap. Data merupakan kumpulan fakta atau angka atau
segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat
digunakan sebagai dasar menarik suatu kesimpulan. Data dapat dijumpai di
berbagai tempat.
} Apa itu data yang baik?
1. representatif (mewakili),
2. objektif (sesuai dengan apa yang ada atau yang terjadi),
3. relevan (ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi
dan akan dipecahkan),
4. mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi atau standar error (
kesalahan baku ) yang kecil.
VARIABEL : adalah suatu besaran yang dapat diubah atau
berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan
menggunakan variabel, kita akan mmeperoleh lebih mudah memahami
permasalahan. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah seudah mendapatkan
jawabannya. Biasanya bentuk soal yang menggunakan teknik ini adalah soal
counting (menghitung) atau menentuakan suatu bilangan. Dalam penelitian
sains, variable adalah bagian penting yang tidak bisa dihilangkan.
Variabel berdasarkan nilainya :
Variabel Kategori : yaitu variabel yang dapat diklasifikasi secara pilah
(mutually exclusive). Beberapa variabel yang memiliki sifat kategoris
antara lain : Jenis kelamin (laki-laki, perempuan), status perkawinan
(belum, menikah, janda/duda), warna kulit (putih, hitam, sawo matang),
suku (Jawa, Sunda, Batak, Bali, lainnya), dan sebagainya.
b. Variabel Diskrit : yaitu variabel yang dikumpulkan datanya dengan
cara membilang atau mencacah. Sebagai hasil proses membilang, maka data
diskrit mempunyai satuan ukuran yang utuh, sehingga tidak memungkinkan
data berupa pecahan. Contohnya, jumlah anak, jumlah penduduk, usia,
jumlah murid, jumlah sekolah, jumlah propinsi, dan sebagainya.
c. Variabel kontinum : variabel yang datanya terdapat dalam suatu
kontinum karena diperoleh dari proses mengukur. Misalnya, data variabel
berat badan diperoleh dari hasil pengukuran, misalnya 10 kg. hasil
pengukuran tersebut pada dasarnya berada dalam suatu kontinum, mungkin
9,98 kg atau 10,15 kg. data dari variabel kontinum memungkinkan
berbentuk pecahan, karena hasil pengukuran berada dalam sebuah kontinum.
JENIS DATA/SKALA PENGUKURAN
Ada 4 macam skala/level hasil pengukuran
yang biasa digunakan dalam berbagai penelitian, yaitu:
} Skala Nominal
} Skala Ordinal
} Skala Interval
} Skala Rasio
BAB II
TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.
Yaitu grafik yang menggambarkan perbandingan nilai-nilai dari suatu karakteristik. Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran.
Grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut dinyatakan dalam persen atau derajat
BAB II
"PENYAJIAN DATA"
TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA , "PENYAJIAN DATA"
TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
PENYAJIAN DATA
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitan yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana dan jelas agar muda dibaca.
Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan, dan lain-lain.
Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan, dan lain-lain.
Tujuan Penyajian Data
Tujuan penyajian data adalah:
Tujuan penyajian data adalah:
- Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi,
- Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti,
- Memudahkan dalam membuat analisis data, dan
- Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
Cara penyajian data ada tiga macam, yaitu :
- Narasi, yaitu penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat.
- Tabel, yaitu kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Misalnya berat badan menurut jenis kelamin, jumlah pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan, dll.
- Grafik atau Diagram, yaitu gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka atau simbol-simbol yang biasanya dibuat berdasarkan data dari tabel yang telah dibuat.
Cara penyajian data ada tiga macam, yaitu :
- Narasi, yaitu penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat.
- Tabel, yaitu kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Misalnya berat badan menurut jenis kelamin, jumlah pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan, dll.
- Grafik atau Diagram, yaitu gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka atau simbol-simbol yang biasanya dibuat berdasarkan data dari tabel yang telah dibuat.
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.
Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif, misalnya, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan, pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan kesehatan pada masyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.
Tabel
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
1. Tabel satu arah (one way table)
Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Misalnya data indeks prestasi dari 10 mahasiswa.
Tabel indeks prestasi dari 10 mahasiswa
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
1. Tabel satu arah (one way table)
Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Misalnya data indeks prestasi dari 10 mahasiswa.
Tabel indeks prestasi dari 10 mahasiswa
Subyek
|
Indeks prestasi
|
A
|
2,5
|
B
|
2,8
|
C
|
2,9
|
D
|
3
|
E
|
3,1
|
F
|
3,5
|
G
|
3,2
|
H
|
3,4
|
I
|
3,2
|
J
|
3,3
|
2. Tabel dua arah (two way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas.
Tabel indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas.
Tabel indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas
subyek
|
Indeks prestasi
|
partisipasi didalam kelas
|
A
|
2,5
|
1
|
B
|
2,8
|
2
|
C
|
2
|
1
|
D
|
3
|
3
|
E
|
3,1
|
3
|
F
|
3,5
|
4
|
G
|
3,2
|
3
|
H
|
3,4
|
3
|
I
|
2,6
|
2
|
J
|
2,1
|
1
|
3. Tabel tiga arah (three way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status social.
Tabel data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status sosial
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status social.
Tabel data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status sosial
subyek
|
Indeks prestasi
|
partisipasi didalam kelas
|
Status sosial
|
A
|
2,5
|
1
|
1
|
B
|
2,8
|
2
|
3
|
C
|
2
|
1
|
2
|
D
|
3
|
3
|
3
|
E
|
3,1
|
3
|
1
|
F
|
3,5
|
4
|
2
|
G
|
3,2
|
3
|
3
|
H
|
3,4
|
3
|
1
|
I
|
2,6
|
2
|
2
|
J
|
2,1
|
1
|
3
|
Grafik/Diagram
Grafik data disebut juga diagram data, adalah penyajian data dalam bentuk gambar-gambar. Grafik data biasanya berasal dari tabel dan grafik biasanya dibuat bersama-sama, yaitu tabel dilengkapi dengan grafik. Grafik data sebenarnya merupakan penyajian data secara visual dari data bersangkutan. Dengan grafik dapat memberikan informasi dengan cepat yang dikandung dari sekelompok data dalam bentuk yang ringkas.
Diagram biasanya lebih menarik dibandingkan penyajian data dengan menggunakan tabel. Hal ini bisa dimungkinkan karena dengan diagram kita bisa ditambahkan manipulasi warna. Grafik data dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :
Grafik garis (line chart)
Diagram biasanya lebih menarik dibandingkan penyajian data dengan menggunakan tabel. Hal ini bisa dimungkinkan karena dengan diagram kita bisa ditambahkan manipulasi warna. Grafik data dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :
Grafik garis (line chart)
Adalah grafik berupa garis, diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada bidang bilangan. Pada grafik garis digunakan dua garis yang saling berpotongan. Pada garis horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya tetap, seperti tahun dan ukuran-ukuran.
Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.
Contohnya tentang perkembangan volume jumlah kendaraan yang melintasi jalan A dalam kurun waktu pukul 0.00 s/d 19.12
Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.
Contohnya tentang perkembangan volume jumlah kendaraan yang melintasi jalan A dalam kurun waktu pukul 0.00 s/d 19.12
Grafik Batangan (Bar chart)
Adalah grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan. Setiap batang tidak boleh saling menempel atau melekat antara satu dengan lainnya dan jarak antara setiap batang yang berdekatan harus sama.
Ada berbagai bentuk, yaitu :
Grafik batangan tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.
Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.
Ada berbagai bentuk, yaitu :
Grafik batangan tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.
Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.
Grafik Lingkaran (Pie chart)
Grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut dinyatakan dalam persen atau derajat



